About

Pengelola blog ini bernama asli Hasan Askari. Ia tidak memiliki cita-cita seperti kebanyakan orang. Yang ia punya hanyalah visi dan misi. Visinya pun masih ia sembunyikan hingga saat ini atau ia tak punya cita-cita, entahlah. Adapun tentang misi, sudah ia tata sedemikian rapi sehingga hanya perlu beraksi menyelesaikan misi.

Apalah arti hidup bila tanpa tujuan?

Banyak misi yang ia punya, beberapa di antaranya ialah:
1. Membaca minimal 1 lembar setiap hari
2. Mengetahui minimal 1 pengetahuan baru setiap hari
3. Menulis minimal 1 halaman setiap hari
4. Rileksasi otak minimal 10 menit setiap hari
5. Dan sebagainya

Misi ini ia atur supaya hidupnya lebih tertata, walaupun ia tidak punya cita-cita.

Rasa syukur pun ia curahkan kepada Allah Swt lantaran ia selalu diberikan rejeki, terlebih akal untuk berpikir dan hati untuk menghayati. Begitupun oksigen, air, kesadaran, penginderaan, dan lain sebagainya. 

Tentang pendidikan, ia menggali ilmu sekolah dasar di Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar yang berlokasi di kampung halamannya, sedangkan masa SMP dan masa putih abu-abu ia jalani jauh di luar kampung. Kemudian ia kembali ke kampung halamannya guna menempuh pendidikan lanjutan hingga saat ini.

Ia tidak mempunyai hobi yang tetap. Entah karena lingkungan yang kurang mendukungnya atau karena ia yang kurang memanfaatkan lingkungan.
ia pun terkadang membuat puisi--berharap memiliki hobi yang tetap. Puisinya ia buat bukan untuk orang lain, melainkan untuk dinikmati sendiri. 

Walaupun ia menulis puisi untuk dinikmati sendiri, tapi ada saja orang lain yang tertarik untuk membacanya, tak terkecuali saya. Saya suka beberapa puisi yang dibuatnya, namun sayangnya karyanya masih sedikit. Salah satu puisi yang saya suka ialah puisi berjudul Debu berikut ini:

Debu 

Aku, bukanlah bintang nan terang benderang
Aku, bukanlah elang nan bisa terbang
Aku, bukanlah surya nan beri cahaya

Aku hanyalah debu yang ingin menggebu
Namun angin membawaku terbang ke awan
Lalu melemparku tepat ke air
Air mengalir menuju hilir, hanyutkan aku, kutabrak batu

Penyakitku mulai menjangkit, sakit!
Menusuk rusuk hingga ku busuk
Lalu ku mati, jantung berhenti

Tinggalkan cinta terus meronta
Memikul benci untuk kucaci

Bening, hening, tak bergeming

(Hasan, Lampung 15 juni 2019)


Ya, itulah sekilas tentang penulis yang saya tau. Untuk lebih lanjutnya, silakan hubungi yang bersangkutan.