Tuesday, April 7, 2020

Salahkah penulis menginginkan uang?

Basa-basi

SEMPAT terbersit dipikiran saya mengenai pertanyaan-pertanyaan lucu dan unik. Salah satunya ialah pertanyaan tentang salahkah penulis menginginkan uang? Bagi saya, ini merupakan pertanyaan unik yang perlu dijawab. Sebab sejauh yang saya dengar dan baca, ada beberapa orang yang beranggapan bahwa menulis dengan tujuan mendapatkan uang itu BURUK. Ada juga orang-orang yang berkata, bahwa menulis untuk mendapatkan uang itu BAIK, tidak ada salahnya, dan tidak apa-apa untuk dilakukan. Jadi, mana ini yang benar? Nah, pada kesempatan kali ini, saya ingin mengulik tentang salahkah penulis menginginkan uang? Supaya setidaknya sobat yang pingin tau jawabannya, bisa sedikit lebih lega.

Setiap profesi pasti membutuhkan uang

Satu hal penting yang harus kita pahami ialah setiap profesi itu pasti membutuhkan uang. Apapun itu. Mulai profesi yang sifatnya jasa ataupun berkaitan erat dengan barang. Contoh konkretnya ialah guru. Guru merupakan salah satu profesi jasa yang banyak diminati orang. Sebab, selain mendapatkan uang, si guru bakal mendapat kebaikan karena membagikan ilmunya. Katanya sih gitu. Guru tidak bisa lepas dari uang. Walaupun uang bisa berpisah dari sang guru. Guru sebaik apapun ia, setulus apapun ia, sebijak apapun ia, atau setidakmaunya ia pada uang, pastilah tetap membutuhkan uang. Baju yang dipakai guru, pastilah melalui perantara uang. Buku yang digunakan, pastilah hasil pertukaran uang. Serta ilmu yang ia punya pun, didapat dari setoran uang. Uang sudah melekat dengan sang guru. Mau dipisah bagaimanapun, uang akan kembali pada sang guru. Coba sobat bayangkan sajalah, jika guru tidak memakai uang. Maka dari mana pakaian, buku, bensin, pengetahuan yang ada di benaknya, bangunan, makan dan minumnya, dan lain-lainnya? Yap ... semua profesi membutuhkan uang. Apabila sobat masih belum percaya mengenai ini, maka silakan sajalah cari pekerjaan apapun, kemudian sobat teliti sendiri. Pasti sobat akan menemukan relasi antara uang dan profesi tersebut.

Penulis termasuk salah satu profesi

Nah, poin kedua yang perlu dipahami ialah penulis itu termasuk salah satu profesi. Oleh karena itu, apabila semua profesi membutuhkan uang. Dan penulis termasuk salah satu profesi. Maka penulis pun pasti membutuhkan uang. Sama seperti kita bicara begini: > Semua manusia perlu oksigen > Hasan itu manusia >> Maka, Hasan pun perlu oksigen Bener ngga nih sobat? Kalo salah koreksi ya .... Sampai di sini kita paham bahwa penulis itu butuh uang.

Salahkah penulis menginginkan uang?

Nah ... sampailah kita di penghujung tulisan. Berdasarkan poin pertama dan kedua tersebut, maka jawaban saya mengenai pertanyaan tersebut, tak lain ialah:
Penulis tidak salah menginginkan uang sebab ia membutuhkan uang.
Pertanyaan ini sama seperti sobat bertanya demikian:
  • Salahkah saya menginginkan baju?
  • Salahkah adik saya menginginkan mainan?
  • Salahkah orang tua saya menginginkan pekerjaan?
Pertanyaan tersebut sangat berkaitan erat antara kebutuhan dan keinginan. Ketika seseorang menginginkan apa yang dibutuhkan, maka apa yang perlu disalahkah? Tentu tidak ada. Jadi, begitu ya sobat. Bahwa penulis menginginkan uang itu tidak salah. Yang salah itu apabila penulis tidak menulis dan mengharapkan banyak uang. Hehe.

Akhir kata

Oke, segitu saja mengenai salahkah penulis menginginkan uang? Jika sobat merasa tulisan ini belum mengalir deras sesuai yang sobat harapkan, ya mohon dimaklumi saja. Namanya masih belajar. 😂 Sekian, semoga bermanfaat.

Disqus Codes
  • Untuk menulis teks tebal , sila gunakan atau
  • Untuk menulis teks miring, sila gunakan atau
  • Untuk menulis teks bergaris bawah , sila gunakan
  • Untuk menulis teks bergaris tengah , sila gunakan
  • Untuk menulis kode HTML, silakan pakai atau
    or

    dan gunakan parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

Dapatkan Kabar Terbaru Melalui Email