Tuesday, April 14, 2020

Gimana ngitung mean


Basa-basi

Bagi kita yang pernah dan sedang mengenyam pendidikan sekolah, maka kata mean seyogyanya tak asing lagi terdengar di telinga kita. Pasalnya penghitungan mean sudah menjadi dasar matematika yang harus dikuasai oleh para pelajar.
Konon katanya, dengan mengetahui teknik penghitungan mean, maka kemungkinan untuk menjadi matematis handal semakin cepat diraih. Sebab mean banyak digunakan untuk penghitungan lanjutan.

Bagi Sobat yang bercita-cita menjadi seorang akuntan, maka harus pula mengetahui mean. Dikarenakan penghitungan akuntan akan kompleks sekali dan sering kali mengikutsertakan mean di dalamnya.

Nah, pada kali ini, akan dibahas mengenai gimana ngitung. Penghitungan ini merupaka cara ngitung yang umum dipakai dan pastilah benar jika diikuti sesuai prosedurnya.

Namun, sebelum masuk ke rumus, contoh, serta pembahasannya. Alangkah baiknya jika kita tau apa itu mean. Supaya gimana ngitung meannya bisa lebih kerasa

Apa sih arti mean?

Mean merupakan istilah matematika dan kebetulan bahasa Inggris yang bermakna rata-rata. Untuk mengetahui makna rata-rata, mari simak contoh berikut.

Misalnya, saya punya 4 lidi yang panjangnya 4cm, 2cm, 6cm, serta 8cm. Keempat lidi tersebut akan saya cari rata-ratanya. Artinya, berapa cm yang diperlukan agar keempat lidi tersebut ukurannya bisa sama rata?

Saya pakai sama dengan (=) saja supaya enak dimengerti. 1 sama dengan artinya satu cm.
Lidi 1 : ====
Lidi 2 : ==
Lidi 3 : ======
Lidi 4 : ========

Keempat lidi tersebut gimana caranya biar panjangnya sama?

Ya kita coba aja satu persatu pindahin sama dengannya. Dari yang banyak pindah ke sedikit, terus dilakukan hingga dihasilkan lidi yang sama panjang.

Misalnya (3 = ) di lidi keempat saya pindah ke lidi nomer 2. Sehingga hasilnya gini.
Lidi 1 : ====
Lidi 2 : =====
Lidi 3 : ======
Lidi 4 : =====

Kemudian (1 =) di lidi ketiga saya pindah ke lidi pertama.
Lidi 1 : =====
Lidi 2 : =====
Lidi 3 : =====
Lidi 4 : =====

Nah, hasilnya sama kan. Lima sama dengan tersebut atau lima cm tersebut lah yang dimaksud dengan rata-rata.

Sehingga bisa kita simpulkan bahwa makna rata-rata atau mean ialah jumlah yang dibutuhkan data-data agar mencapai nilai yang sama atau rata.

Oke .... sampai sini saya yakin kita semua sudah mengerti.

Namun, pada teknik pencarian di atas, sejujurnya tidak efisien sekali. Lebih-lebih jika lidinya banyak. Maka akan merepotkan kita sebab kita harus mencocokkannya secara manual.

Oleh karena itu, muncullah teknik penghitungan mean yang lebih efektif dan efisien. Sebab kita tak perlu menghitung mean dari data per data, melainkan sekaligus menghitung semuanya.

Teknik ngitung mean yang efektif

Teknik ini sebenarnya sudah sangat sering digunakan oleh banyak orang. Baik di dunia sekolah maupun di dunia kerja. Sebab penghitungan memang benar-benar efektif.

Konsep ngitung mean ini ialah:
1. Semua data dijumlahkan
2. Kemudian dibagi jumlah datanya

Contoh untuk memahami konsep mean ini ialah sebagai berikut.

Misalnya, saya seorang bapak yang punya dua anak. Sebut saja kedua anak tersebut dengan nama, Andi dan Anda. Keduanya saya suruh menjual baju di tempat berbeda. Andi menjual di tempat A, dan Anda menjual di tempat B.

Saya berjanji pada mereka bahwa saya akan memberikan uang hasil jualan sepenuhnya kepada mereka secara rata. Tak peduli siapa yang paling banyak menjual, yang penting keduanya akan dikasih uang sama rata.

Kebetulan Andi mendapat uang hasil jualan sebesar 200 ribu. Dan Anda mendapat uang sebesar 300 ribu. Maka uang tersebut diberikan kepada saya, dan sayalah yang membagi uang ke mereka.

Pada keadaan ini, saya tidak perlu memperdulikan uang 200 ribu yang saya pegang dihasilkan dari Andi atau Anda. Begitupun uang 300 ribunya. Saya tak perlu memperdulikan itu. Sebab saya sudah berjanji akan membaginya secara rata.
Maka, saya gabunglah uang tersebut menjadi satu. Saya hitung keseluruhannya dan mendapatkan jumlah 500 ribu.
200 ribu + 300 ribu = 500 ribu

Kemudian saya bagi ke Andi dan Anda. Gimana cara ngitungnya?
Tentulah saya bagi menjadi dua, sebab Andi dan Anda adalah dua orang. Maka 500 ribu saya bagi 2 sehingga menghasilkan 250 ribu.
500 ribu/2 = 250 ribu

Kemudian saya berikan lah uang tersebut kepada Andi dan Anda.

Kasus tersebut merupakan contoh penerapan mean yang terjadi di kehidupan sehari-hari, yakni dengan memanfaatkan teknik penghitungan yang simpel. Lihat prosesnya berikut ini.

Kita hanya perlu:
1. Menghitung berapa data yang mau dicari meannya. Dalam kasus tersebut ada 2
2. Menjumlahkan nilai setiap datanya. Tadi kita menjumlahkan 200 ribu dengan 300 ribu.
3. Membagi hasil penjumlahan nilai setiap data dengan jumlah data tersebut. 500 ribu dibagi 2.

Jenis-jenis

Jenis-jenis Mean sendiri terbagi menjadi dua:
1. Mean data tunggal
2. Mean data kelompok

Mean data tunggal

Mean data tinggal itu seperti pada kasus di atas, yakni data yang dicari meannya merupakan data yang tunggal.
Maksud tinggal di sini ialah data yang kita ambil itu satu. Contohnya, 500 ribu, 200 ribu. Atau kita ingin mencari mean dari angka 5,7,2,9.
Data yang ingin dicari tidak berkelompok.

Mean data kelompok

Berkebalikan dengan mean data tunggal, mean data kelompok justru  mencari rata-rata dari data yang berkelompok. Misalnya gini.


Dalam tabel tersebut, terdapat data berapa sampai berapa. Itulah yang dimaksud dengan data kelompok. Adapun yang dimaksud frekuensi ialah banyaknya data tersebut muncul.

Kita bisa katakan bahwa data kelompok 11-20 muncul sebanyak 4 kali. Data kelompok 21-30 muncul sebanyak 2 kali. Data kelompok 31-40 muncul sebanyak 5 kali. Serta data kelompok 41-50 muncul sebanyak 8 kali.

Untuk konsep gimana ngitung mean data kelompok, jelas berbeda dengan data tunggal, sebab datanya memang berbeda. Adapun untuk penjelasan konsep utuhnya, saya belum mendapatkannya. Mungkin Sobat yang sudah tau konsepnya bisa komen di kolom komentar.

Sehingganya khusus penghitungan mean data kelompok, akan saya sajikan rumus dan contohnya saja.

Rumus gimana ngitung mean

Nah, rumusnya seperti ini Sobat.
X = ΣΧ/ n

Dimana:
X ialah rata-rata
ΣX ialah jumlah nilai seluruh data
n ialah jumlah banyaknya data
Adapun rumus mean data kelompok ialah sebagai berikut.

X= ΣFX/ΣF
Dimana:
X ialah rata-rata
F ialah frekuensi
X ialah nilai tengah per data kelompok. Nilai ini didapat dari interval terkecil ditambah interval terbesar kemudian dibagi 2. Lengkapnya akan dijelaskan di bagian contoh.
Σ ialah hasil jumlah data

Oiya, bagi sobat yang belum mengerti makan sigma (Σ). Sigma itu ialah hasil jumlah dari semua data yang sudah ditentukan. Misalnya gini.
ΣX artinya ialah jumlah nilai X secara keseluruhan.
ΣF artinya ialah jumlah nilai F secara keseluruhan

Contoh gimana ngitung mean

Rasanya gak asik kalo ngga ada contohnya. Oleh karena itu, kita akan ulil beberapa contohnya serta jawabannya.

Di sini saya akan membagikan 3 contoh soal mean data tunggal dan 3 contoh soal mean data kelompok. Berikut contohnya.

Contoh Soal ngitung mean data tunggal

Hitunglah mean dari data berikut.
1. 76, 49, 33, 74, 88
2. 260, 755, 388, 392, 174, 35
3. 7, 9, 16, 22, 40, 51, 29
Jawab.
Untuk menjawab soal tersebut pertama kali yang perlu kita pahami ialah soal tersebut merupakan soal data tunggal. Sehingganya rumus yang bisa kita gunakan ialah rumus mean data tunggal.
Rumus mean data tinggal
X = ΣΧ/ n

Setelah itu, barulah kita mengitungnya.

1. Nomer satu

76, 49, 33, 74, 88
Kita lihat, keseluruhan data tersebut ada lima data. Sehingga kita dapat,
n = 5
Kemudian kita jumlahkan seluruhnya,
76 + 49 + 33 + 74 + 88 = 320
Lalu kita bagi 320 tersebut dengan nilai n nya.
320/5 = 64
Jadi, rata-rata atau mean dari data 76, 49, 33, 74 dan 88 ialah 64.

2. Nomer dua

Soal: 260, 755, 388, 392, 174, 35
Jawab:
Biarpun angkanya terlihat besar, kita jangan risau dulu. Sebab cara pengerjaannya sama persis dengan soal sebelumnya. Kita bisa menggunakan kalkulator sebagai alat bantu hitungnya.
n = 6

Karena banyaknya data tersebut ialah 6
ΣX = 260 + 755 + 388 + 392 +174 + 35 = 2004
X = ΣX / n
X = 2004/6 = 336
Sehingga, mean dari data tersebut ialah 336

3. Nomer tiga

Soal: 7, 9, 16, 22, 40, 51, 29
Jawab:
n = 7
ΣX = 7 + 9 + 16 + 22 + 40 + 51 + 29 =174
X = ΣX/n
X = 174/7
X = 28, 857

Jadi, hasil mean dari data 7, 9, 16, 22, 40, 51, 29 ialah 28,857

Contoh Soal ngitung mean data kelompok

Sementara ini belum ada dan akan menyusul

Penutup

Baiklah itu dia cara gimana ngitung mean. Semoga Sobat pembaca bisa paham betul gimana ngitung mean.

Semoga bermanfaat

Disqus Codes
  • Untuk menulis teks tebal , sila gunakan atau
  • Untuk menulis teks miring, sila gunakan atau
  • Untuk menulis teks bergaris bawah , sila gunakan
  • Untuk menulis teks bergaris tengah , sila gunakan
  • Untuk menulis kode HTML, silakan pakai atau
    or

    dan gunakan parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

Dapatkan Kabar Terbaru Melalui Email