Monday, March 30, 2020

Ambiguitas makin tak tuntas

Hasan Askari: Ambiguitas makin tak tuntas

Isi postingan ini sungguh tak berguna bagi Anda manusia cerdas. Beneran! Buang-buang waktu saja.

Basa-basi

Sebelum saya menulis ini, saya menonton Indonesia Lawyers Club (ILC) di YouTube. Saya berharap bisa mendapat banyak pengetahuan dari para jagoan akademisi mengenai Covid-19. Akan tetapi, setelah menonton, malahan yang saya dapat tidak hanya pengetahuan, melainkan pertanyaan-pertanyaan dasar yang sungguh membingungkan. Di sini saya menggunakan kata ambiguitas supaya postingan ini terkesan sedikit mewah.

Salah satu orang di sana yang saya suka gaya bicaranya serta isi bicaranya ialah Haris Azhar. Beliau mengkritisi pemerintah habis-habisan, termasuk beberapa menteri yang mungkin dianggap kurang becus berada di posisi menteri. Untuk lengkap dan rincinya, silakan tonton videonya.
Linknya ialah sebagai berikut.

https://youtu.be/4gbjkKcM89M

Namun, yang menjadi titik perhatian saya bukanlah bagaimana si pak Haris Azhar mengkritik pemerintah atau negara. Melainkan kedua istilah itu – pemerintah dan negara – lah yang sungguh membingungkan saya.

Pemerintah dan Negara adalah?

Kita tentu tau istilah pemerintah dan negara yang sudah merebak ke seantero Indonesia. Hampir semua warga Indonesia mengenal istilah itu. Sebab, mereka hidup dalam negara yang diatur oleh pemerintah — ini yang saya pahami.

Skip saja jika Anda sudah paham arti pemerintah dan negara.

Berbeda dengan apa yang KBBI tuturkan. KBBI malah menambah ambiguitas saya makin tak tuntas. Silakan lihat istilah ini.

Hasan Askari: Ambiguitas makin tak tuntas
Hasan Askari: Ambiguitas makin tak tuntas

Maaf karena saya bukan ahli bahasa, maka saya akan membahas sebisanya saja.

Pada definisi pemerintah yang pertama, menyatakan bahwa pemerintah ialah:
Sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan yang mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik pada suatu negara atau bagian-bagiannya.

Jika saya singkat, maka arti pemerintah ialah sistem yang mengatur kehidupan pada suatu negara.

Di sini kita mendapatkan poin penting bahwa pemerintah ialah sistem. Adapun pengertian sistem sendiri, apakah Anda tau? Menurut KBBI sih ini.
Hasan Askari: Ambiguitas makin tak tuntas
Pengertian kata Sistem


Sampai di titik ini, sejujurnya saya masih bingung, sebab istilah sistem sangat ambigu sekali. Maka saya telusurilah makna perangkat.
Hasan Askari: Ambiguitas makin tak tuntas
Pengertian kata Perangkat


Kata perangkat ternyata memiliki makna alat perlengkapan. Kemudian saya berpikir sejenak untuk memahami itu. Akan tetapi, saking goblognya, saya pun belum bisa memahaminya.

Mari kita pikirkan kembali mengenai apa makna alat perlengkapan?
Kata alat, okelah kita tau maknanya, sedangkan perlengkapan ... mari lihat artinya.
Hasan Askari: Ambiguitas makin tak tuntas
Pengertian kata Perlengkapan

Perlengkapan ialah alat

Kan tambah bingung sayanya. Semakin saya menggali KBBI, rasanya saya semakin goblog dan ambiguitas makin tak tuntas.

Di tengah kebingungan ini, saya pun semakin penasaran mencari makna kata alat. Ternyata hasilnya ini.
Hasan Askari: Ambiguitas makin tak tuntas
Pengertian kata Alat

Langkahi makna di atas karena masih ada makna lain dari kata alat.
Hasan Askari: Ambiguitas makin tak tuntas
Pengertian kata Alat


Ow ... ternyata makna alat ialah perlengkapan. Sehingga bisa kita katakan bahwa:
Alat = perlengkapan
Dan perlengkapan = alat

Namun, jika kita mencoba kembali menuju makna perangkat, yang bermakna alat perlengkapan, maka sesungguhnya kita sedang dibuat bingung oleh KBBI.

Bagaimana bisa kata alat bergabung dengan kata perlengkapan? Padahal makna keduanya ialah sama. Sama saja, arti perangkat ialah alat alat atau perlengkapan perlengkapan.

KONYOL SEKALI PEMBAHASAN INI!

Tapi tak apa, tujuan saya membahas pengertian ini supaya saya dan pembaca makin paham – walaupun kenyataannya saya sendiri makin bingung.

Itu baru pengertian pertama dari kata pemerintah. Belum yang kedua dan seterusnya, akan tambah membingungkan bukan? Atau teknik memahami saya yang kurang tepat?

Maka dari itu, lewati sajalah istilah dari KBBI tersebut. Kita akan memakai makna pemerintah secara umum saja, yakni pemerintah ialah apapun yang mengatur negara, bisa orang, hewan, dll.

Adapun untuk makna negara, silakan cari sendiri atau gunakan saja apa yang sudah kita pahami.

Ambiguitas istilah

Bagi saya, sebagian besar orang Indonesia termasuk saya sendiri, ketika berbicara malahan terjebak oleh ambiguitas istilah. 

Kita sebut ini sebagai multitafsir. Satu kata bisa ditafsirkan ke berbagai macam makna. Satu kata bisa diartikan ke berbagai macam arti. Sehingga apabila istilah-istilah suatu obrolan tidak diperjelas, maka akan menyebabkan komunikasi yang tidak sehat. Sebagai dampaknya, sebagian orang  akan bertengkar dikarenakan perbedaan pemahaman mengenai istilah.

Kembali menyinggung orang-orang yang hadir di ILC mengenai Covid-19, mereka sejatinya orang-orang pintar yang sudah mengenyam pendidikan dan punya banyak pengalaman.

Namun, menurut saya, mereka itu terlalu basa-basi ketika berbicara. Khususnya saat menggunakan kata pemerintah dan negara.
Kita semua tau bahwa komunikasi itu bisa dikatakan komunikasi yang sukses apabila lawan bicara bisa memahami makna pembicaraan secara utuh.

Bolehlah kita mengatakan bahwa negara seharusnya begini, negara seharusnya begitu. Pemerintah punya tanggung jawab ini dan itu. Akan tetapi, pemerintah dan negara itu bukan subyek hidup. Kita ini berbicara yang tidak ada efeknya secara langsung. Beruntung apabila orang-orang yang kita katakan pemerintah itu sadar bahwa mereka yang dituju. Sebaliknya? Akan buang-buang waktu bukan?

Berbeda apabila saya mengatakan kepada Andi (teman saya) bahwa ia harus melakukan ini dan itu. Maka pesan saya secara langsung sampai kepada Andi. Sehingga ambiguitas pun makin tuntas. Orang yang diajak bicara sadar bahwa ia yang dituju.

Juga, berbeda apabila saya mengkritik menteri pendidikan, sebab menteri pendidikan saat ini cuma satu orang.

Pemerintah? Negara? Siapa mereka?

Dalam organisasi, ketua organisasi akan memegang tanggung jawab penuh atas organisasinya.

Dalam organisasi besar yang kita sebut negara atau pemerintah, yang memegang tanggung jawab ialah kepala negara dan kepala pemerintahan. Kebetulan kepala negara dan kepala pemerintahan di Indonesia ialah pak presiden. Atau kepala turunannya ialah menteri, gubernur, bupati, dst.

Maka apabila kita berbicara hanya menggunakan kata pemerintah atau kata negara saja, sama saja buang-buang waktu.
Untuk itu, solusinya ialah tentukan lawan bicara kita.

Iya ... kita bicara kepada pemerintah, tapi secara spesifik kita ingin berbicara dengan siapa. Presiden, Menteri, Gubernur, atau siapa? Siapa yang kita tuju?

Agar omongan yang keluar dari mulut kita tidak menjadi sia-sia, melainkan ada efeknya dan ada manfaatnya.

Silakan bicara menggunakan kata pemerintah, tapi jangan lupa embel-embel setelahnya: Anda ingin bicara dengan siapa.

Atau langsung sajalah sebut orangnya langsung supaya tidak membuat ambiguitas makin tak tuntas.

Sebenarnya ini saja sih yang ingin saya bahas di postingan ini. Tidak lebih dan tidak kurang.

Baca juga:
Krisis Pemimpin

Sebagai penutup

Apa coba yang mau ditutup?


Disqus Codes
  • Untuk menulis teks tebal , sila gunakan atau
  • Untuk menulis teks miring, sila gunakan atau
  • Untuk menulis teks bergaris bawah , sila gunakan
  • Untuk menulis teks bergaris tengah , sila gunakan
  • Untuk menulis kode HTML, silakan pakai atau
    or

    dan gunakan parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

Dapatkan Kabar Terbaru Melalui Email