Tuesday, February 25, 2020

7 Tips jitu agar lolos dan tidak lolos tes wawancara


Hasan Askari: 7 Tips jitu agar lolos dan tidak lolos tes wawancara

Basa-basi

Wawancara merupakan salah satu metode perusahaan atau organisasi untuk merekrut anggota-anggotanya. Wawancara pun hingga saat ini masih eksis sebagaimana fungsinya. Sebab, tak bisa dipungkiri bahwa wawancara memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan cara lainnya.

Tes tulis, misalnya. Beberapa perusahaan yang menggunakan hanya tes tulis sebagai tes untuk merekrut karyawan, kadangkala merasa dirugikan. Sebab apa yang ada di atas kertas malah berbanding terbalik dengan apa yang ada di lapangan. Oleh karena itu, jangan heran bila lama kelamaan, ada kesenjangan antara bos dan karyawannya.

Dengan melakukan wawancara, para penyeleksi bisa mereka-reka seperti apa kepribadian calon pekerja atau calon anggota, kemudian mencocokkannya dengan kriteria yang mereka inginkan. Bayangkan, apabila perusahaan penyiaran televisi, misalnya, hendak merekrut karyawan, lantas dengan cuma mengandalkan tes tulis sebagai uji seleksinya, kemudian yang lolos ternyata seseorang yang berkepribadian pendiam dan agak sulit untuk berbicara di depan umum, padahal yang ingin dicari ialah pembawa acara. Bisa dipastikan ambyar sekali acara tersebut, sebab slot yang diinginkan tidak sesuai dengan siapa yang ingin mengisinya.

Adapun bagi temen-temen yang berkeinginan lolos atau tidak lolos tes wawancara, berikut ini akan saya ulas sesuai pengalaman saya. Walaupun pengalaman saya memang tak sebanyak buih di lautan, tapi setidaknya bisa dijadikan referensi bagi temen-temen yang sama sekali belum pernah menjalaninya.

# Supaya lolos tes wawancara

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa wawancara ini termasuk penting dalam penyeleksian karyawan perusahaan atau anggota organisasi. Tujuannya tak lain agar bisa mengukur dan memperkirakan seberapa besar tekad, kesabaran, keuletan, kejujuran, kegigihan, dsb dari para calon, juga mengetahui seperti apa kepribadian mereka. Sehingga perusahaan atau organisasi bisa menyelaraskan dengan apa yang dibutuhkan atau diinginkan.
Bagi para peserta, tentu berharap bisa lolos dalam proses seleksi tersebut. Namun sayangnya, tak jarang dari mereka yang belum mengerti bekal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi wawancara tersebut. Untuk itulah, berikut ini diulas tips jitu agar lolos tes wawancara;

1. Bersih, rapi dan menarik

Sesuatu yang pertama kali dilihat oleh penyeleksi ialah penampilan. Kita tentu tidak ingin terlihat buruk di mata mereka saat pertama kali bertemu. Sehingga hal pertama yang harus kita lakukan ialah membenahi penampilan. Seyogyanya kita memakai pakaian formal nan rapi, baik dari baju, celana, hingga sepatu. Selain itu, bagi kita yang menampakkan rambut, perlu juga memperhatikan tatanan rambut.

Namun demikian, berpenampilan rapi bukanlah satu-satunya hal harus diutamakan. Sebab masih ada faktor lainnya yang bisa mempengaruhi. Oleh karena itu, biarpun kita, misalnya, tidak berpenampilan rapi, bersih, dan menarik, kita masih sangat mungkin untuk diterima.

2. Jujur tapi tak lugu

Poin yang tak kalah penting ialah jujur. Dengan catatan tidak lugu. Kita boleh mengutarakan pengalaman kita sejujur-jujurnya, tapi jangan sampai embarrassing experience kita terdengar di telinga pewawancara. Sebab bagaimana pun juga mereka itu manusia dan subyektifitas mereka tidak bisa dibuat nol begitu saja.

Dengan demikian, seharusnya kita menonjolkan keunggulan, skill, sisi positif, dan talenta kita kepada mereka secara jujur. Adapun hal-hal yang sekiranya tidak perlu disampaikan, lebih baik disingkirkan untuk sementara waktu. Jangan lupa pula memberikan hal-hal positif secukupnya saja, sehingga tidak terkesan sombong atau terlalu membanggakan diri.

3. Sopan dan tegas

Budaya sebagai pembentuk watak setiap manusia, termasuk pewawancara, kerap kali memihak kepada kita. Yakni ketika kita bersikap sopan sekaligus tegas

Apabila saat wawancara kita berlaku sopan, maka secara tak langsung kita membangun good attitude kita di benak pewawancara bahwa kita memang layak untuk dirangkul. Tak sedikit para pekerja atau anggota organisasi naik pangkatnya karena sikap baiknya. 

Akan tetapi, sopan saja rasanya tidak cukup dalam hal ini. Kita perlu tegas dalam bertindak dan menjawab setiap pertanyaan. Jangan sampai unggah-ungguh yang kita angkat menjerumuskan kita menjadi pemanut sejati tanpa tegas dalam bertindak. Ini fatal sekali.

Sebagai pertimbangannya: kita boleh saja memberikan energi kita untuk pekerjaan atau kegiatan tertentu. Tapi akan sangat rugi, apabila energi kita dieksploitasi oleh perusahaan atau organisasi begitu saja. Terlebih jika dampak yang kita dapat tak sebanding dengan energi yang kita keluarkan. Sebab banyak orang yang memiliki mimpi mirip seperti kita, bisa jadi jauh melesat di depan kita karena kita sibuk menghabiskan waktu untuk kegiatan ini dan itu, sedangkan mereka fokus pada tujuan tertentu.

Untuk itulah sikap tegas ini kita perlukan.
Dalam wawancara, kadangkala bisa berbeda dengan apa yang di brosur atau diumumkan sebelumnya. Sehingga, bersikap tegas merupakan langkah tepat dalam hal ini.
Ingat! Kita punya kendali atas diri kita sendiri
Jangan sampai hanya demi uang atau pengalaman – ini kata orang sih, kita menjadi teh, yang jika telah habis manisnya maka langsung dibuang.

4. Be unique person

Yang namanya menyeleksi itu memilih beberapa dari sebagian besar orang. Sehingga, apabila para peserta lain dinyatakan pantas untuk diterima dan jatah slot yang dibutuhkan sudah terpenuhi, maka kita sudah pasti akan disingkirkan.

Kecuali jika kita memberikan kesan kepada pewawancara bahwa kita lebih unggul dari peserta lainnya, maka kita akan dipertimbangkan kembali dalam hal ini.
Sebagai contoh, kita bisa bilang ke para penyeleksi bahwa kita paling jago di bidang tertentu dan mereka boleh mengetesnya saat itu juga. Sehingga para penyeleksi merasa yakin bahwa kitalah yang mereka butuh dan inginkan. Ini disebut sebagai anti mainstream: tidak biasa, juga unique: unik. Dengan catatan, apa yang kita katakan harus bisa dibuktikan.

5. Antusias yang profesional

Meraih pekerjaan atau mengikuti organisasi bagi beberapa orang terlihat menarik. Akan tetapi, menjadi orang yang sangat antusias perlu diimbangi dengan sikap profesional. Termasuk juga dalam kegiatan wawancara.

Kita boleh saja mengutarakan pendapat kita tentang perusahaan atau organisasi semau kita, tapi akan terlihat konyol apabila yang kita sampaikan terkesan basa-basi. Misalnya, kita mengatakan bahwa perusahaan atau organisasi yang akan kita ikuti akan menjadi lebih baik jika ini dan itu. Seolah-olah kita sudah mengerti sistem internal yang ada di dalamnya. Seolah juga kita seorang pakar yang bisa menyulap segalanya dengan sekejap mata. Jika demikian yang kita lakukan, maka kemungkinan besar kita akan tersingkirkan.

Profesionalitas membatasi kita dalam menyampaikan ide-ide liar yang kita miliki. Bukankah setiap perusahaan dan organisasi menginginkan orang-orang profesional?

# Supaya ditolak tes wawancara

Sebagian besar orang pasti ingin lolos tes wawancara, tapi tak menutup kemungkinan, ada pula yang ingin ditolak. Saya pun termasuk di antaranya.

Saat itu saya datang ke lokasi wawancara, kemudian menemukan beberapa orang yang kontras dengan saya ada di sana. Untuk itu, saya putuskan bagaimana caranya agar bisa ditolak. Saya ambil keputusan ini karena saya memang tak punya kendali untuk meloloskan siapapun, termasuk beberapa orang yang kontras tersebut. Sedangkan saya, punya kendali atas diri sendiri, termasuk mencoba untuk ditolak. Momen seperti ini memang jarang terjadi, tapi sebagai bekal, kita harus mempersiapkannya bukan. Siapa tau terjadi suatu hari nanti.

Berikut ini ialah tips supaya tidak lolos wawancara:

1. Sok sibuk

Menjadi seorang yang sok sibuk merupakan langkah yang bisa dijalankan. Misalnya, ketika ditanya tentang kesibukan, kita dapat menjawabnya dengan, "Kesibukan saya A, tapi saya ngga terlalu sibuk amat sih. Biasanya saya melakukan kesibukan B dan sampai saat ini masih saya jalankan. Saya bisa menghabiskan pekerjaan A hingga 6 jam per hari, sedangkan pekerjaan B biasa saya lakukan sekitar 8-10 jam per hari. Dan saya tidak bisa meninggalkan kedua pekerjaan itu."

2. Berorientasi uang

Dalam proses wawancara, pembicaraan mengenai uang masih dianggap kurang sopan bagi sebagian perusahaan atau organisasi. Sebaliknya, kita bisa menggunakannya agar penolakan wawancara kita dapat terwujud.

Apabila ditanya tentang gaji yang kita harapkan, maka berikan saja nilai di atas standar. Anggap misalnya, standar gaji pekerjaan A ialah 2 juta, maka kita bisa bilang ke pewawancara bahwa kita menginginkan 8 juta. Dengan embel-embel we have better skill than other. Tujuannya supaya nama kita tidak jatuh begitu saja.

***

Saya kira kedua cara tersebut manjur untuk dilakukan. Adapun bila ternyata lolos dan kita tidak benar-benar menginginkannya, maka sebaiknya mengundurkan diri secara baik-baik.

Akhir kata

Itulah tips jitu agar wawancara kita dapat lolos atau tidak lolos. Bagi saya pekerjaan atau kegiatan apapun akan menjadi tidak maksimal jika kita tidak menyukainya. Oleh karena itu,
Before do everything, love it for yourself





Disqus Codes
  • Untuk menulis teks tebal , sila gunakan atau
  • Untuk menulis teks miring, sila gunakan atau
  • Untuk menulis teks bergaris bawah , sila gunakan
  • Untuk menulis teks bergaris tengah , sila gunakan
  • Untuk menulis kode HTML, silakan pakai atau
    or

    dan gunakan parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

Dapatkan Kabar Terbaru Melalui Email