Sunday, September 8, 2019

The power of words


Manusia merupakan makhluk yang misterius. Bersifat dinamis dan bervariasi. Kata orang, manusia itu makhluk sosial. Artinya ia tak bisa hidup sendiri sehingga harus bermasyarakat. Dalam hidup bermasyarakat, diperlukan alat penghubung informasi supaya antar individu dapat saling menyampaikan apa yang ada dibenaknya masing-masing. Alat ini biasa kita sebut sebagai bahasa. 

Ya ... bahasa merupakan instrumen yang tidak bisa dipisahkan oleh manusia. Sejak dahulu hingga sekarang, manusia selalu menggunakan bahasa. Baik bahasa isyarat seperti bahasa tubuh, hingga bahasa berupa kata-kata.

Disadari atau tidak, bahasa ternyata mempunyai kekuatan tertentu. Kita lihat, tak sedikit orang-orang yang dianggap sukses oleh masyarakat, awalnya ternyata tergerak oleh kata-kata hingga akhirnya melahirkan kata-kata.

Kita ambil contoh, Mr. X yang hidup dalam keadaan tidak berharta dan ingin bunuh diri. Maka ketika ada kata-kata yang ia anggap bagus, kemungkinan akan ia gunakan sebagai motivasi. Seperti kalimat ini, "Tanda pencipta cinta kepada kita ialah ujian kurangnya harta". Sehingga ia sadar bahwa hidup itu isinya ujian dan Tuhan sedang mengujinya. Lalu ia tak jadi bunuh diri melainkan terus memperbaiki diri dan tak lagi berharap lebih pada harta yang ia cari.

Contoh lainnya terjadi pada Mr. Z. Ia mempunyai harta yang melimpah. Namun ia enggan sekali untuk memberikan hartanya kepada orang lain. Bahkan ia mendapat julukan si Elit nan pelit. Suatu ketika, ia berkendara sendiri menggunakan mobil. Saat itu, kebetulan ada mobil truk menyalip mobilnya. Mr. Z lalu melihat tulisan di belakang truk, "Memberi itu menghargai diri sendiri". Lalu ia sadar bahwa selama ini ternyata perbuatannya perlu diperbaiki. Akhirnya ia selalu menyisihkan hartanya untuk dibagi ke orang lain.

Dua contoh di atas ialah yang dimaksud dengan kekuatan kata-kata. Hanya dengan kata-kata, manusia bisa mendapatkan energi.

Di sisi lain, kata-kata bisa menjadi panah beracun bagi manusia. Contohnya ialah ketika Jojo berpacaran dengan Sinta. Lalu si Jojo mengucapkan, "Sejujurnya ... aku dusta bahwa aku cinta kepada neng Sinta". Maka seketika itu racun kata-kata pun bekerja dengan cepat. Hingga Sinta diam karena tak kuat. Lalu pergi meninggalkan tempat.

Walhasil, kata-kata sejatinya merupakan alat. Bisa berakibat baik dan buruk tergantung dari pemakainya. 

#challenge_sekolahmenulisid

Disqus Codes
  • Untuk menulis teks tebal , sila gunakan atau
  • Untuk menulis teks miring, sila gunakan atau
  • Untuk menulis teks bergaris bawah , sila gunakan
  • Untuk menulis teks bergaris tengah , sila gunakan
  • Untuk menulis kode HTML, silakan pakai atau
    or

    dan gunakan parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

Dapatkan Kabar Terbaru Melalui Email